Setiap perusahaan atau organisasi pasti memiliki visi dan misi yang harus dicapai. Hal yang kita semua pahami, hanya dapat diraih dengan partisipasi aktif semua elemen dalam tim.

Semua pihak dalam perusahaan atau organisasi harus memiliki persepsi dan pemahaman yang sama untuk tumbuh dan maju. Tak sekadar tumbuh dan maju, namun tumbuh dan maju dengan cepat. Kita sedang bicara dalam konteks era digital, era di mana semuanya bergerak sangat cepat, bahkan terkadang tanpa kita sadari.

Pemimpin berperan untuk meningkatkan kinerja tim guna mencapai sasaran kerja yang sudah ditetapkan bersama. Seluruh anggota tim dapat bekerja maksimal dan produktif, bilamana bekerja dengan harmoni dan dalam suasana kondusif. Itu syarat mutlak yang harus lebih dulu diciptakan oleh tiap pimpinan. Apabila syarat tersebut tidak dipenuhi, produktivitas anggota tim pasti akan rendah.

Dulu, kita tahu bahwa produktivitas ditentukan oleh keberhasilan prinsip-prinsip manajemen seperti planning, organizing, leading, controlling. Tapi kini, ada faktor lain yang sangat menentukan keberhasilan suatu tim mencapai target, yaitu budaya kerja. Budaya kerja dalam suatu organisasi atau perusahaan sangat mempengaruhi produktivitas masing-masing anggota tim.

Apa dan bagaimana budaya kerja yang baik, tentu Anda dan anggota tim yang paling tahu. Budaya kerja apapun yang ingin Anda bangun bersama tim, ada beberapa hal penting yang harus dipahami:

Wajib yakin pada masing-masing anggota tim, tak boleh ada kata ragu, apalagi meremehkan

Saling percaya menjadi kunci utama jika ingin membangun budaya kerja yang solid. Setiap anggota tim pasti memiliki keahlian masing-masing.

Percayalah bahwa masing-masing dari mereka pasti mampu menyelesaikan tanggung jawab yang mereka pegang. Tak hanya itu, harus ada rasa saling percaya tiap-tiap anggota tim memiliki mimpi yang sama untuk memajukan perusahaan atau organisasi.

Jika memang ada sebuah pekerjaan dengan tanggung jawab besar yang biasa Anda kerjakan sendiri, bisa juga Anda delegasikan pada anggota tim lain untuk menunjukan rasa saling percaya itu. Siapkan tools yang dapat memonitor kinerja anggota tim dengan simpel dan cepat.

Jangan bentuk tim yang tidak boleh gagal, berikan ruang untuk kegagalan

Hal ini sering terjadi pada perusahaan atau organisasi yang baru berkembang: menekan tim untuk tidak boleh melakukan kegagalan.

Perlu disadari bersama, kegagalan adalah sahabat akrab perusahaan atau organisasi yang sedang berkembang membangun budaya kerja. Tak mungkin ada seseorang yang tak pernah gagal. Karena itu, demi membangun budaya kerja yang produktif dan menyenangkan di dalam tim, sebagai pemimpin, bukan tudingan telunjuk yang mestinya Anda keluarkan, tapi uluran tangan untuk membantu tim keluar dari keterpurukan.

Jangan biarkan siapapun dalam tim merasa tertekan atas kegagalan yang baru saja dialami. Bantu tim untuk memperbaiki apa yang tidak berjalan lancar.

Sediakan alat ukur kinerja yang cepat, tepat dan transparan

Demi mencapai tujuan dan membangun budaya kerja yang baik, Anda wajib mengukur dan me-review tiap hasil yang dicapai, bersama dengan seluruh anggota tim.

Dalam review ini, harapannya jika ditemukan permasalahan, bisa dievaluasi bersama sejak dini.

Mengetahui progres tim adalah sebuah hal mutlak. Anda membutuhkan alat ukur kinerja yang mampu memproses hal semacam ini dengan cepat, tepat dan transparan. Semua anggota tim dapat melihat kinerja masing-masing lainnya.

Apalagi jika hal tersebut sudah berkaitan dengan persoalan apresiasi dari perusahaan, jika alat ukur kinerja tidak jelas, yang muncul justru rasa curiga antar sesama anggota tim, atau bahkan Anda sebagai pemimpin dicap tidak adil.